Gondangsari, 08 Agustus 2026 – Dalam upaya menekan biaya operasional pertanian dan mewujudkan kemandirian petani, mahasiswa KKN PMM Universitas Negeri Semarang (UNNES) Giat 16 kembali menyelenggarakan program inovatif. Sebuah Workshop Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sukses digelar bagi Kelompok Tani setempat yang bertempat di halaman kediaman Bapak Topo, Sabtu (8/8), mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.
Istimewanya, workshop kali ini menghadirkan langsung Guru Besar Biologi UNNES, Prof. Dr. Siti Harnina Bintari, M.S., sebagai pemateri dan instruktur utama. Kehadiran pakar akademisi ini memberikan wawasan keilmuan sekaligus pendampingan teknis yang teruji bagi para petani dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk berkualitas tinggi.
Dalam sesi praktik, Prof. Siti Harnina memandu langsung para petani untuk meracik POC menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Bahan baku utama yang dimanfaatkan meliputi limbah cair tahu, ampas tahu, aneka sampah organik, serta humus dari kulit bambu. Proses fermentasi pupuk ini dipercepat menggunakan aktivator alami berupa campuran air limbah tahu, cairan EM4, dan molase (tetes tebu).
Teknologi tepat guna juga diterapkan pada wadah pembuatan POC. Tim KKN UNNES dan pemateri mendesain komposter sederhana menggunakan dua buah galon PET bekas dan penyaring kain, yang telah dimodifikasi dengan tambahan keran di bagian bawah untuk memudahkan proses pengeluaran cairan pupuk.
Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari warga. Antusiasme dan semangat Kelompok Tani terlihat jelas saat mereka langsung mempraktikkan teori yang diberikan. Peserta workshop dibagi ke dalam 10 tim kerja, di mana masing-masing tim secara mandiri berhasil merakit dan membuat satu wadah komposter POC. Pupuk hasil racikan kesepuluh tim tersebut akan melalui masa fermentasi selama 14 hari sebelum siap diaplikasikan secara nyata di lahan pertanian masing-masing.

Melalui pelatihan pembuatan POC ini, diharapkan para petani di Desa Gondangsari mampu memproduksi pupuk berkualitas secara mandiri. Langkah strategis ini diyakini efektif untuk meminimalisir pengeluaran petani dalam membeli pupuk komersial, sekaligus mendorong peralihan menuju praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
#KabarKKN #KKNPMM #UNNESGIAT16 #DesaGondangsari #ProfilDesa #PotensiDesa #DesaDigital #KabupatenMagelang