Gondangsari – Kemeriahan puncak perayaan tradisi Saparan (Merti Dusun) di Desa Gondangsari terekam jelas dalam kehangatan warga yang berkumpul merayakan syukur atas limpahan hasil bumi. Di tengah sejuknya udara lereng barat Gunung Merbabu, perayaan tahunan ini sukses menyatukan antusiasme masyarakat dari 8 wilayah, yakni Dusun Gondangsari, Sembungan, Babadan, Jarakan, Gedongan, Gatran, Cicen, dan Delok.
https://youtube.com/shorts/zkKvzx1yg-8?si=ug3lCEeU_eVvIehN
Dalam rekaman visual kegiatan ini, tampak jelas denyut kebersamaan dan nilai gotong royong yang masih sangat kental. Ratusan warga secara serentak berbondong-bondong membawa ambeng (tumpeng) dan aneka hasil panen menuju rumah Kepala Dusun masing-masing. Makanan dan minuman yang disajikan—mulai dari jadah, hasil bumi, hingga suguhan kopi dan teh—bukan sekadar santapan, melainkan wujud doa dan rasa syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta sebelum akhirnya dinikmati bersama-sama.
Kemeriahan Saparan di Gondangsari tahun ini juga diwarnai dengan suka cita silaturahmi. Tradisi ini menjadi momen "pulang kampung" di mana sanak saudara dari jauh turut hadir untuk merayakan hari jadi dusun.
Tak hanya prosesi selamatan dan doa bersama, nuansa pelestarian budaya pun terekam kuat melalui berbagai hiburan rakyat. Mata lensa menangkap betapa meriahnya pagelaran Wayang yang disajikan, serta energi luar biasa dari kesenian tradisional Topeng Ireng (Dayakan) dan kesenian Warok yang berpadu dengan tabuhan musik tradisional, mengundang decak kagum penonton yang memadati lokasi.
Video dokumentasi ini bukan sekadar merekam sebuah perayaan rutin, melainkan menjadi bukti nyata bahwa di tengah laju modernisasi, masyarakat Desa Gondangsari tetap merawat jejak kearifan leluhur. Sebuah harmoni yang terus dijaga untuk generasi mendatang.